Jumat, 03 Agustus 2012

Makalah

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Seni budaya dan keterampilan merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang diberikan bagi murid SD guna menumbuhkan kepekaan rasa keindahan/ estetika, keunikan, sehingga bermanfaat bagi peserta didik. Diantaranya membentuk sikap kreatif, apresiatif, dan kritis. Disamping itu juga menumbuh kembangkan sikap hidup yang toleran karena kemajemukan seni yang ada di Nusantara. Dengan berkembangnya kreatifitas siswa, juga tidak menutup kemungkinan dapat meningkatkan kecerdasan siswa dalam bidang pendidikan yang berbasis Budaya.
Dengan adanya latar belakang hal di atas, maka kami bermaksud membuat portofolio berkenaan hasil karya seni selama proses perkuliahan tengah semester.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu Seni?
2.      Apakah yang dimaksud menggambar menggunakan benang?
3.      Apakah yang dimaksud inkblot?
4.      Apakah yang dimaksud menggambar dengan tiupan?
5.      Apa itu mencetak dan bagaimana contoh-contoh mencetak?
6.      Bagaimana cara pembuatan Bunga?
C.    TUJUAN
*      Memperdalam materi tentang seni;
*      Mengetahui menggambar menggunakan benang;
*      Mengetahui  inkblot;
*      Mengetahui menggambar dengan tiupan;
*      Mengetahui mencetak dan contoh-contoh mencetak;
*      Mengetahui pembuatan bunga.

 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    SENI
*      Seni adalah proses yang sengaja mengatur unsur-unsur dalam suatu cara yang menarik indra atau emosi. Ini mencakup berbagai macam kegiatan manusia, ciptaan, dan cara berekspresi, termasuk musik, sastra, film, patung, dan lukisan.
*      Seni rupa adalah salah satu cabang kesenian, seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan median dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.
*      Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasarkan aturan-aturan estetika tertentu.
*   Seni rupa dapat berfungsi sebagai:
1.      Media Ekspresi
2.      Media Ekspresi
3.      Media Komunikasi
4.      Media Pengembangan Bakat
5.      Media Pendidikan
*   Jenis Karya Seni Rupa
1.      Karya rupa murni yakni karya seni rupa yang sengaja diciptakan sebagai sarana ekspresi komunikasi, rekreasi dan terapi. Karya seni rupa murni ini dapat berupa dwimarta ataupun trimatra.
2.      Karya seni rupa terapan yang sengaja dicipta untuk tujuan fungsional. Karya seni rupa ini pun mencakup 2 macam yakni dwimarta dan trimarta.
*   Berikut akan dijelaskan dengan berbagai contoh karya seni rupa dua dimensi.
B.     TARIKAN BENANG
Bahan dan alat yang diperlukan: benang kasur, pewarna, kertas HVS/gambar, koran bekas (alas meja), tempat pewarna(wadah air kecil).
Prosedur pengerjaan:
*      Siapkan adonan pewarna seperti pada proses batik sederhana.
*      Ambil benang kasur sepanjang 40 – 45 cm. Celupkan sebagian besar benang tersebut pada larutan pewarna. Kalau larutan pewarna dirasakan terlalu banyak menempel pada benang, sebaiknya diperas dahulu. Pewarna yang terlalu banyak menempel pada benang akan mengakibatkan hasil yang kurang memuaskan.
*  Letakkan benang tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas alas koran. Apakah letak benang mau diatur atau bebas bergantung pembuat. Ujung benang yang tidak terkena warna, harus ada di luar bidang kertas.
*  Lipatlah kertas tadi di tengah-tengah sisi panjangnya.
* Sambil menekan kertas dengan salah satu telapak tangan, tariklah benang sampai keluar dari lipatan kertas. Arah tarikan bebas.
*  Buka lipatan kertas. Gambar apa yang terjadi?
* Untuk menghasilkan beberapa bentuk dalam satu bidang gambar/ kertas, lakukan kegiatan yang sama seperti di atas. Dengan mengubah letak benang, akan diperoleh gambar baru.
Bila dikehendaki gambar berwarna (lebih dari satu warna), yang harus dilakukan adalah: menarik benang beberapa kali sesuai dengan jumlah benang yang dicelupkan pada warna yang berbeda, menarik satu kali tarikan seutas benang yang dicelupkan pada beberapa warna, menarik satu kali tarikan sejumlah benang yang sudah memiliki warna masing-masing.

C.    INKBLOT
Bahan yang diperlukan pada kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan tarikan benang. Malahan benangnya sendiri pada inkblot tidak diperlukan.
Prosedur pengerjaannya:
* Teteskan warna yang sudah disiapkan terlebih dahulu di atas kertas yang sudah dialasi koran bekas.
*  Lipat kertas tersebut pada tengah-tengah sisi panjangnya.
*  Kertas yang sudah dilipat digosok dengan pinggir telapak tangan serata mungkin terutama pada bagian yang ditetesi pewarna.
*  Buka lipatan kertasnya! Gambar apa yang terjadi?
* Untuk menghasilkan gambar yang berwarna lebih dari satu, ulangi beberapa kali kegiatan seperti di atas, tentu saja warna yang diteteskan kemudian harus berbeda dengan warna sebelumnya.

Dengan meneteskan -sekaligus- beberapa warna pada permukaan kertas, dan kemudian melipat serta menggosoknya akan dihasilkan pula gambar yang multi warna.

D.    GAMBAR TIUPAN
Bahan yang diperlukan sama seperti inkblot, tambahannya adalah sebuah sedotan minuman.
Proses pengerjaannya:
*  Teteskan cairan pewarna pada kertas yang sudah diletakkan di atas kertas koran.
*  Tiuplah tetesan warna itu dengan menggunakan sedotan. Sambil meniup, sedotan itu digoyang-goyangkan sehingga tetesan warna akan menyebar ke berbagai arah. Usahakan tidak ada ujung tetesan yang masih menggenang. Tiup sampai habis.
* Dengan meneteskan beberapa warna berbeda dapat menghasilkan gambar yang beranekawarna. 

E.     MENCETAK
Mencetak adalah salah satu kegiatan dalam seni rupa untuk memperbanyak gambar dengan alat cetak/ acuan/ klise dengan cara menggores atau mencukil pada sekeping papan, gips, logam, atau bahan lainnya.
MACAM-MACAM
Berbagai macam proses mencetak, antara lain:
1.   Cetak Tinggi (alto relief print)
Yakni seni cetak yang mana bagian-bagiannya timbul, apabila diberi tinta dan diletakkan path permukaan kertas (bidang datar) akan meninggalkan bekas yang sesuai dengan bagian yang timbul path cetakan (klise).
Proses cetak tinggi menggunakan klise/ acuan/ alat cetak yang akan menghasilkan gambar dari bagian yang menonjol. Apabila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol atu akan menerima tinta. Jika klise/ alat cetak itu ditempelkan pada kertas kemudian diangkat, maka tampaklah gambar pada kertas.
Contoh cetak tinggi yang sederhana ialah: stempel, jari, uang logam, potongan pelepah pisang, tutup botol, kulit kacang, buah-buahan, rol tissu dan benang ditempel, cukilan ubi/ wortel, dan sebagainya.
Pembuatan klise untuk cetak tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan guntingan gambar, dan selanjutnya dapat untuk mencetak, contohnya media berupa: guntingan gambar, papan/ karet (linolium)/ ubi, cat poster/ pewarna kue, pensil, kuas atau pencukil, dan kertas gambar.
Cara pembuatan:
a.    Gambar ditempelkan pada papan atau karet atau ubi;
b.    Pola ditoreh/ dicukil dengan pisau/ alat pencukil;
c.    Klise/ alat cetak selesai;
d.    Klise/ alat cetak dioles dengan tinta;
e.    Cetakan ke atas kertas gambar;
f.     Jadilah gambar cetakan.
Adapun contoh lain adalah Cetak Penampang, Daun-daunan, dan Umbi-umbian
*      Bahan dan alat yang diperlukan: kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun-daunan, umbi-umbian, pisau, cutter, silet, alas pewarna, spon/busa, kapas, koran bekas. Proses pengerjaannya:
a)      Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah: pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak.
b)      Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya.
c)      Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air.Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya: kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas.
d)     Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini.
1.      Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi.
2.      Selanjutnya tempelkan (sambil ditekan) acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran.
3.      Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain.
4.      Acuan cetak yang sudah kering (tidak mengeluarkan cairan), pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula pengulangan pencetakkannya.
5.      Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan.
*      Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut:
o   Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar.
o   Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer.
o   Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna.
o   Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut.
*      Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah: ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon.
Proses kerjanya sebagai berikut:
o    Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin.
o     Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi.
o   Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya.
o   Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbi- umbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang.
Perlu diperhatikan agar pada proses cetak ini (penampang, daun-daunan, dan umbi-umbian), digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya.


Mencetak bayangan
Mencetak bayangan merupakan kegiatan berkarya seni rupa yang menghasilkan gambar bayangan.
Media yang digunakan diperlukan kertas gambar, daun atau guntingan gambar, cat air, cat semprot, atau pewarna kue, sikat gigi bekas dan sisir.
Cara mencetak: 
a.   Daun atau guntingan gambar diletakkan di atas kertas gambar, 
b.   Cara mencetak dengan sisir atau dengan semprotan, 
c.    Setelah cat kering, daun atau guntingan kertas diangkat. (Dr. Cut Kamaril, dkk, 2002: 4.45 – 4.53)





F.     BUNGA
1.       Bunga Anggrek
Alat dan bahan:
Alat              : Gunting
                    Penyerut/ Serutan
                    Kawat
Bahan         : Sedotan Besar dan Warna
                     Tangkai
                     Daun
                     Putik
                     Vas Bunga
Cara pembuatan:
1.      Sebuah sedotan besar dipotong menjadi empat bagian;
2.      Selanjutnya salah satu potongan tersebut dilipat menjadi dua bagian sama panjang dan digunting membentuk belah ketupat pada lipatan;
3.      Dari arah samping dipotong setengah lingkaran sampai sedotan membelah menjadi dua;
4.      Potongan sedotan diserut;
5.      Masukkan sedotan yang sudah diserut pada tangkai yang sudah diberi daun dan kelopak;
6.      Buat seperti langkah diatas hingga menjadi beberapa buah;
7.      Dirangkai dan hiasi dengan putik.
8.      Susun bunga secara menarik dan taruh pada vas bunga yang sesuai.
2.      Bunga
Alat dan bahan:
Alat     : Gunting
                  Penyerut/ Serutan
                  Kawat
Bahan  : Sedotan Besar dan Warna
                                  Tangkai
                                  Daun
                                  Putik
                                  Vas Bunga
Cara pembuatan:
1.      Sebuah sedotan besar dipotong menjadi dua bagian;
2.      Bagian yang atas digunting sedikit, dam kemudian diarahkan ke bawah;
3.      Bagian pinggir diserut;
4.      Ulangi sampai 5 kali untuk menjadi sebuah bunga;
5.      Rangkai dan hiasi bunga dengan putik dan daun;
6.      Susun bunga secara manarik pada sebuah vas.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar